Agam – Panen padi organik di Kabupaten Agam melonjak signifikan hingga mencapai 12,9 ton per hektar. Lonjakan ini dipicu penggunaan pupuk organik Herdanik.
Hasil panen ini melampaui rata-rata panen padi konvensional secara signifikan. Peningkatan hasil panen mencapai lebih dari dua kali lipat.
“Setelah proses ubinisasi, rata-rata hasil padi yang menggunakan pupuk Herdanik mencapai 12,9 ton,” kata perwakilan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, Ali Rahman.
Penyuluh Pertanian Swadaya Agam, Zetria Edison, membenarkan hasil panen padi organik tersebut.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar, Asnal Zakri, menyebut hasil produksi ini sangat luar biasa. Ia mengatakan terjadi lompatan produksi dari 6-7 ton per hektar menjadi 12,9 ton per hektar.
Asnal merekomendasikan pupuk organik cair Herdanic untuk petani di Agam dan Sumatera Barat.










