Padang – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota tengah berupaya menjadikan Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, sebagai destinasi wisata sejarah unggulan. Hal ini diungkapkan usai peringatan Haul ke-77 Tan Malaka yang diselenggarakan pada Minggu (22/2/2026) di makam dan Rumah Gadang tokoh tersebut.

Bupati Limapuluh Kota, Safni, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sinergi dengan Yayasan Ibrahim Tan Malaka (Ibratama). “Kita lanjutkan kolaborasi Pemerintah dengan yayasan (Ibratama), kita jadikan tempat bersejarah bagi wisatawan, sebab masih banyak anak-anak, generasi muda kito yang belum tahu siapa itu Tan Malaka sesungguhnya,” ujarnya, didampingi Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.

Pemerintah daerah berencana melakukan pembebasan lahan sebagai langkah awal peningkatan fasilitas dan infrastruktur jalan menuju lokasi. “Tentu sesuai yang disampaikan Buya (Ferizal Ridwan) tadi, kita hitung dahulu pembebasan lahan, termasuk untuk peningkatan infrastruktur jalan. Kita juga akan jadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan,” imbuh Safni.

Peringatan Haul Tan Malaka ke-77 diisi dengan serangkaian kegiatan, termasuk upacara simbolis, doa bersama, dan tabur bunga di makam pahlawan nasional. Tan Malaka, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963, dikenal luas sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan dan pemikir republik.

Ketua Yayasan Ibratama, Ferizal Ridwan, menyampaikan aspirasinya agar peringatan haul Tan Malaka dapat diresmikan sebagai agenda rutin daerah. “Kami berharap Bupati berkenan merevisi peraturan bupati tentang peringatan hari besar dan sejarah di Limapuluh Kota, agar Haul Tan Malaka pada 2 Juli atau 21 Februari bisa menjadi peringatan resmi daerah,” katanya.

Yayasan juga mengusulkan agar kegiatan renungan suci malam 17 Agustus dipusatkan di makam Tan Malaka. Selain itu, mereka mengusulkan pembangunan tugu di kompleks SMP Negeri 1 Payakumbuh yang menampilkan lima tokoh nasional dan daerah. “Kami akan berupaya mencari dukungan dana dan sponsor untuk pembangunan tugu tersebut. Harapannya, pemerintah daerah dapat memberikan izin dan dukungan,” ujar perwakilan yayasan.

YPP PDRI 1948–1949 berharap dapat kembali dilibatkan sebagai pemangku kepentingan oleh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terkait sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Mereka juga mengusulkan penamaan jalan dan gedung di Limapuluh Kota menggunakan nama-nama pahlawan nasional, serta perubahan nama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) dengan nama tokoh pahlawan asal daerah.

Yayasan Ibratama juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk rencana pendirian Universitas Islam Tan Malaka. Profesor Rizki Adam dan Hengky Novaron Dt Tan Malaka, selaku pembina yayasan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan pemerintah daerah dalam peringatan haul tersebut.

Desmar Ayudi, ketua panitia, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan haul tidak hanya berupa upacara dan ziarah, tetapi juga silaturahim dan buka puasa bersama yang dijadwalkan pada Rabu (25/2/2026) di Gedung IPHI Limapuluh Kota, Tanjung Pati. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” pungkas Khairul Apit, Presidium Tan Malakais.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.