Selatpanjang – Dua anak di Kabupaten Kepulauan Meranti yang sempat diduga terjangkit monkeypox dinyatakan negatif berdasarkan hasil uji laboratorium. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengumumkan kepastian ini dalam konferensi pers, Rabu (24/9/2025).

Satu anak yang meninggal dunia dipastikan bukan karena monkeypox, melainkan cacar air dengan penyakit penyerta.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Ade Suhartian, mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengonsumsi makanan bergizi.

“Hasil uji lab menunjukkan sejumlah anak yang sakit serupa menderita cacar air biasa atau varisela,” ungkapnya. Penanganan dilakukan dengan isolasi dan menghindari kontak dengan orang lain.

Penyebaran cacar air dapat terjadi melalui udara, cairan, dan media yang terkontaminasi. Masyarakat diimbau menggunakan barang pribadi dan menghindari berbagi barang, seperti handuk.

Kabid P2P Diskes, Widya Nengsih, menambahkan bahwa anak yang meninggal memiliki penyakit penyerta lain selain cacar air.

Direktur RSUD, M Sardi, menjelaskan kondisi anak yang meninggal sudah memburuk saat dibawa ke rumah sakit, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit penyerta. Satu anak lain yang sempat dinyatakan suspect monkeypox kini kondisinya membaik.

Sebelumnya, seorang anak berusia 13 tahun dilaporkan sebagai suspect Monkeypox pada 17 September 2025 dengan gejala awal demam dan ruam di tangan yang menyebar ke seluruh tubuh. Anak tersebut juga mengalami kesulitan menelan, batuk, dan sulit berbicara.

Penyelidikan Epidemiologi (PE) menemukan empat orang mengalami demam dengan diagnosa varicela. Mereka telah menjalani isolasi mandiri dan dipantau oleh petugas Puskesmas. Anak yang dilaporkan suspect monkeypox meninggal dunia di RSUD pada Sabtu (20/9/2025).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.