Munich – Penyerang Harry Kane dilaporkan terbuka untuk kembali memperkuat klub-klub di Liga Primer Inggris. Keputusan ini kemungkinan akan diambil setelah kontraknya bersama Bayern Munich memasuki tahun ketiga, didorong oleh ambisi kuatnya untuk memecahkan rekor gol sepanjang masa Alan Shearer.
Klausul pelepasan Kane akan menurun secara signifikan dari EUR 67 juta (sekitar Rp1,3 triliun) menjadi EUR 56 juta (sekitar Rp1 triliun) pada musim panas mendatang. Situasi ini membuka lebar peluang bagi klub-klub Liga Primer untuk mendatangkan pemain berusia 32 tahun itu kembali ke tanah Inggris.
Direktur olahraga Bayern, Max Eberl, telah menegaskan bahwa pihak klub tidak akan menghalangi jika Kane memutuskan untuk pergi, meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2027. Bayern juga tetap membuka kemungkinan perpanjangan kontrak, namun menghormati setiap keputusan yang diambil oleh sang pemain.
Kane, yang meninggalkan Tottenham Hotspur dengan 213 gol Liga Primer, membutuhkan 261 gol lagi untuk melampaui rekor Alan Shearer. Saat ini, fokus utama Kane adalah meraih trofi bersama Bayern, termasuk gelar Liga Champions yang menjadi target utamanya musim ini.
Sejak bergabung dengan Bayern, Kane telah mendekati 100 gol dan berhasil meraih trofi Bundesliga serta Piala Super Franz Beckenbauer. Penampilannya cemerlang, termasuk dua gol di Liga Champions melawan Chelsea yang menjadikannya pemain Inggris dengan kontribusi gol terbanyak di kompetisi tersebut.
Spekulasi kepulangan Kane ke Tottenham sempat mencuat setelah pelatih Brentford, Thomas Frank, mengungkapkan harapannya. Namun, Kane tidak menutup kemungkinan bergabung dengan klub Liga Primer lain, mengingat ia pernah tertarik pindah ke Manchester United sebelum bergabung dengan Bayern pada 2023.
Manchester United sendiri disebut masih memantau situasi Kane meskipun prioritas mereka saat ini adalah memperkuat lini tengah. Klub-klub besar Eropa seperti Barcelona juga dikabarkan mengawasi peluang transfer ini. Sementara itu, kepindahan ke Arab Saudi tidak menarik bagi Kane, dan Amerika Serikat mungkin menjadi pilihan di masa akhir kariernya.
Apabila Kane memutuskan meninggalkan Bayern pada 2026, ia berpotensi menjadi buruan utama klub-klub Liga Primer yang membutuhkan striker berpengalaman. Bayern sendiri tidak akan menghalangi jika ia memutuskan kembali ke Inggris lebih awal dari masa kontraknya. Kondisi ini menjadikan musim panas mendatang sebagai momen krusial dalam menentukan masa depan sang pencetak gol andalan.











