Jakarta – Harga emas diprediksi berpotensi melonjak hingga Rp90 ribu dan mencapai Rp2.450.000 per gram dalam tiga hari ke depan.
Prediksi ini disampaikan oleh pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, dengan mempertimbangkan penyesuaian harga emas dunia di level US$ 4.225 per troy ounce.
Namun, Ibrahim juga menyebutkan kemungkinan penurunan harga emas hingga US$ 4.088 per troy ounce atau Rp 2.290.000 jika terjadi penurunan.
“Ada beberapa faktor terutama adalah perpolitikan di Amerika Serikat, kemudian kebijakan Bank Sentral Amerika, kemudian perang dagang, dan geopolitik,” jelas Ibrahim, Selasa (11/11/2025).
Sebelumnya, situs Logam Mulia mencatat harga emas dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sebesar Rp 2.333.000 per gram pada Senin. Harga tersebut kemudian naik Rp 27 ribu menjadi Rp 2.360.000 per gram pada hari ini.
Ibrahim menyoroti dampak libur pemerintahan federal di Amerika Serikat selama 41 hari yang justru merugikan negara tersebut. Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membuka pendanaan pemerintah dan mengakhiri penutupan pemerintah juga menjadi perhatian.
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, terutama terkait ekspor teknologi chipset untuk Akal Imitasi (AI), serta pertimbangan pengenaan Tarif Trump dalam kebijakan perdagangan luar negeri turut memengaruhi pergerakan harga emas.
“Ini yang kemungkinan besar akan membuat pergolakan perpolitikan pasca pemerintahan federal kembali bekerja,” katanya.
Faktor lain yang mendorong kenaikan harga emas adalah kenaikan harga minyak mentah akibat musim dingin ekstrem yang diperkirakan terjadi dari November tahun ini hingga Februari 2026. Situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang belum mereda juga memberikan dampak.
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa bank-bank sentral di dunia secara masif membeli logam mulia saat harga emas dunia mengalami penurunan. Tingginya permintaan, sementara ketersediaan barang terbatas, turut mendorong kenaikan harga emas dunia.
“Ini yang membuat harga emas dunia mengalami kenaikan,” pungkas Ibrahim, yang juga menjabat sebagai Direktur PT Traze Andalan Futures.












