Jakarta – Harga emas dunia mencapai level US$ 4.001,30 per troy ounce saat penutupan perdagangan pada Sabtu pagi, 8 November 2025. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga emas akan terus bergerak fluktuatif, dengan potensi kenaikan hingga US$ 4.133 atau penurunan menuju US$ 3.837 per troy ounce pekan depan.

Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia bisa menguat mencapai level US$ 4.133 per troy ounce dalam perdagangan minggu depan. Namun, jika terjadi pelemahan, harga komoditas tersebut berpotensi tergelincir hingga US$ 3.837 per troy ounce.

Menurut Direktur PT Traze Andalan Futures itu, fluktuasi harga emas dunia sangat dipengaruhi oleh kondisi perpolitikan di Amerika Serikat (AS). Ia menyoroti libur pemerintahan AS yang telah berlangsung enam minggu, menjadikannya periode terlama dalam sejarah negara tersebut.

Situasi ini, lanjut Ibrahim, kemungkinan akan terus berlanjut jika belum ada kesepakatan antara Partai Republik dan Partai Demokrat. Terhentinya pemerintahan AS berdampak signifikan pada kondisi ketenagakerjaan dan menyebabkan kekosongan data ekonomi yang dirilis pemerintah.

Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian terhadap perekonomian AS dan global, yang mengakibatkan saham-saham emiten berbasis teknologi dan komoditas berguguran. Akibatnya, masyarakat beralih ke emas sebagai aset lindung nilai yang lebih aman.

Ibrahim juga menilai bahwa penurunan harga emas dunia memicu bank sentral dari berbagai negara untuk membeli komoditas tersebut dan menjadikannya sebagai cadangan devisa. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan antara penawaran (supply) dan permintaan (demand), di mana permintaan tinggi sementara ketersediaan barang terbatas.

Sementara itu, di pasar domestik, Ibrahim memproyeksikan harga logam mulia bisa mencapai Rp 2.390.000 per gram pada pekan depan. Sebaliknya, jika mengalami pelemahan, harga logam mulia diprediksi bisa turun hingga level Rp 2.200.000 per gram.

Pada penutupan perdagangan pekan ini, harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang (Antam) tercatat sebesar Rp 2.299.000 per gram pada Sabtu, 8 November 2025. Harga komoditas ini mulai merangkak naik setelah sempat turun hingga ke level Rp 2.260.000 per gram pada Rabu, 5 November 2025.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.