Padang – Kenaikan harga kebutuhan pokok pasca-bencana alam di Sumatra Barat pada November 2025 memicu desakan warga Kota Padang agar pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga. Lonjakan harga, terutama pada komoditas cabai merah, bawang merah, dan telur, dinilai memberatkan daya beli masyarakat.
Rina, seorang warga, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kenaikan harga yang signifikan. “Dulu itu cabai merah masih kisaran Rp50.000 per kilogram dan bawang merah Rp25.000 per kilogram. Jadi kondisi harga sembako ini memang terasa naiknya semenjak terjadi bencana alam,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025). Harga cabai merah kini mencapai Rp70.000 per kilogram, sementara bawang merah berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga dirasakan pada komoditas telur. Satu lapiak telur kini dijual seharga Rp58.000. Kondisi ini, menurut warga, semakin memperburuk keadaan ekonomi, terutama bagi pedagang kecil dan ibu rumah tangga.
Fajar, seorang pedagang di Pasar Raya Padang, menjelaskan bahwa terganggunya jalur distribusi akibat bencana menjadi penyebab utama kenaikan harga. “Banyak jalur terputus, pasokan jadi berkurang. Kalau barang sedikit, harga otomatis naik,” jelasnya.
Namun, Anton, warga lainnya, berpendapat bahwa kenaikan harga cabai merah terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan kondisi pasokan yang ada. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi pasar. “Saya rasa kenaikan ini sudah terlalu mahal untuk masyarakat. Pemerintah harus cepat menggelar operasi pasar supaya harga cabai bisa ditekan,” tegasnya.










