Padang – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mengambil langkah konkret. Pada Senin (26/1/2026), Gubernur Sumatera Barat meninjau langsung kawasan Gunung Nago, Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, guna mengevaluasi kondisi aliran sungai dan pasokan air bersih.

Peninjauan ini merupakan realisasi dari hasil rapat bersama Pemerintah Kota Padang serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Gubernur menegaskan urgensi implementasi rencana yang telah disepakati. “Kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Pemerintah Kota Padang dan koordinasi dengan balai terkait,” jelasnya.

Kondisi kekeringan terparah saat ini dirasakan oleh warga Kecamatan Pauh dan Kuranji. Secara keseluruhan, empat kecamatan, meliputi Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara, masih menghadapi tantangan dalam memperoleh akses air bersih. Saat ini, warga mengandalkan tandon-tandon air yang ditempatkan di depan rumah mereka.

Bersama rombongan, Gubernur meninjau potensi sumber-sumber air bersih yang dapat dihubungkan dengan pipa untuk dialirkan ke tandon-tandon. Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air yang layak bagi masyarakat. Selain meninjau aliran sungai, Gubernur juga memantau perbaikan saluran irigasi di sekitar SMA 9 Padang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam upaya penanganan krisis air bersih. Sinergi antara Balai Wilayah Sungai, PSDA Provinsi, dan PUPR Kota Padang diharapkan dapat mempercepat solusi terhadap permasalahan ini.

Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKS, Rafdi, menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan Wali Kota Padang dan pihak balai terkait. “Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah langkah, di antaranya penyediaan pompa oleh SD ABK, percepatan intake oleh BWS, serta penyelesaian jalur irigasi oleh PUPR Kota Padang,” paparnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Gubernur juga mempertimbangkan pemasangan pipa untuk menyalurkan air, mencontoh keberhasilan yang telah dicapai di daerah Agam. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi krisis air, terutama di wilayah Kuranji.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur dan rombongan menyusuri serta menyeberangi sungai dengan berjalan kaki untuk mengamati langsung kondisi aliran sungai. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap agar pembenahan jalur sungai dan sumber air yang terdampak banjir dapat segera dipulihkan, sehingga masalah air bersih dapat teratasi secepatnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.