Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (IKA Faperta Unand) meluncurkan program ambisius penanaman satu juta pohon, sebagai upaya konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan. Deklarasi Bukit Karamuntiang, yang menjadi simbol dimulainya inisiatif ini, diresmikan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unand, Limau Manis.

Inisiatif IKA Faperta Unand mendapat apresiasi tinggi dari Mahyeldi, yang melihatnya sejalan dengan prioritas pembangunan provinsi dalam memperkuat ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta melindungi kawasan strategis dan daerah aliran sungai. “Kegiatan ini adalah perwujudan nyata kepedulian lintas generasi dalam meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan ketahanan wilayah,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar, menurut Mahyeldi, memiliki komitmen kuat untuk memperkuat konservasi sumber daya alam, mengendalikan alih fungsi lahan, merehabilitasi kawasan kritis, serta mengembangkan sistem pertanian yang adaptif, ramah lingkungan, dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa Deklarasi Bukit Karamuntiang menjadi representasi komitmen bersama, yang menegaskan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, alumni, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat secara luas. “Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan ini sangat penting dan perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa penanaman pohon tidak boleh hanya menjadi seremonial, tetapi harus diikuti dengan perawatan dan pemeliharaan yang berkelanjutan. “Saya meminta agar pohon yang ditanam tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat dengan baik,” tegasnya.

Wakil Rektor II Universitas Andalas, Hafrizal Handra, menyambut baik program yang diinisiasi oleh IKA Faperta Unand, sebagai kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan dan penguatan pembangunan berkelanjutan di Sumbar. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kawasan hutan kampus, dari total luas lahan Universitas Andalas yang hampir mencapai 500 hektare, diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai kawasan hijau, serta menjadi model penanaman pohon produktif yang dikelola secara berkelanjutan.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unand, Gusmini, menambahkan bahwa gerakan ini mengusung konsep “Pohon Asuh,” di mana peserta tidak hanya menanam pohon, tetapi juga bertanggung jawab untuk merawatnya sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap lingkungan.

IKA Faperta Unand bersama Fakultas Pertanian Universitas Andalas menegaskan komitmen mereka untuk menghijaukan Sumbar melalui penanaman dan pemeliharaan pohon produktif secara berkelanjutan melalui Deklarasi Bukit Karamuntiang dan kegiatan AgricultuRUN. Pembukaan kegiatan pada Sabtu (7/2/2026) dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Gubernur Sumbar bersama rombongan, disaksikan oleh jajaran perguruan tinggi, pejabat daerah, alumni, dan komunitas lingkungan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.