Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melakukan rotasi jabatan strategis dengan melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi birokrasi di wilayah tersebut.

Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Gubernuran pada Jumat (2/1/2026), menandai komitmen Pemprov Sumbar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya pengisian jabatan kosong untuk memperkuat kinerja birokrasi. “Total ada enam pejabat yang kita lantik hari ini,” ungkapnya usai acara pelantikan.

Menurut Gubernur, proses seleksi dan pengisian jabatan telah dilaksanakan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia mengajak seluruh jajaran birokrasi untuk bersatu dan menyelaraskan langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Gubernur juga mengingatkan akan dinamika perubahan yang cepat, ekspektasi masyarakat yang meningkat, serta tuntutan akan tata kelola yang efektif dan transparan. “Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan amanah besar yang harus Bapak/Ibu emban dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya kinerja pemerintahan yang lebih baik,” tegasnya.

Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Nomor 821/5724/BKD-2025. Pejabat yang dilantik antara lain Reti Wafda, yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar. Syefdinon dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Sumbar. Al Amin ditunjuk sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Sumbar, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sumbar. Syaiful Bahri mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Provinsi Sumbar. Edi Dharma Safni kini menjabat sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sumbar, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum Setda Sumbar. Zefnihan dipercaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung.

Dengan adanya perubahan ini, Pemprov Sumbar berharap dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memberikan pelayanan publik serta mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.