PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan gerakan “Farm the Future” untuk mengatasi ancaman krisis pangan global dan menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.

Gerakan ini menjadi jawaban atas tantangan struktural dan regeneratif yang dihadapi sektor pertanian.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti minimnya petani muda (19-39 tahun) yang hanya 21,93 persen. Kondisi ini mengkhawatirkan keberlanjutan produksi pangan.

Selain itu, produktivitas pertanian masih rendah, sekitar 5 ton per hektare untuk padi. Gangguan produksi komoditas seperti cabai merah juga memicu inflasi.

Pemerintah mendorong inovasi pertanian cerdas berbasis teknologi seperti metode green house dan hidroponik.

Inisiatif “smart farming” diharapkan menumbuhkan startup agro dan ekosistem ekonomi pertanian berkelanjutan.

Mursalim, inisiator gerakan, ingin mengubah citra petani menjadi profesi modern berbasis pikiran dan inovasi.

Pencanangan gerakan ditandai dengan penandatanganan komitmen kolaborasi antara Pemprov Sumbar, Forkopimda, perbankan, BUMN, kelompok petani milenial, dan mahasiswa.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.