Solok – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Nagari Paninggahan yang terdampak bencana hidrometeorologi melalui kegiatan buka puasa bersama. Acara yang berlangsung di Masjid Raya Paninggahan pada Minggu (22/2/2026) tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah dan warga.
Dalam suasana keakraban, masyarakat Paninggahan menyampaikan berbagai aspirasi terkait dampak banjir bandang yang masih dirasakan. Normalisasi sungai dan perbaikan lahan pertanian menjadi prioritas utama yang diharapkan segera terealisasi.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, merespons langsung keluhan warga dengan menjanjikan langkah konkret dari pemerintah provinsi. “Kami minta warga bersabar,” ujarnya, “semua kebutuhan warga Nagari Paninggahan akan segera dilakukan, karena Pemprov Sumbar terus berupaya memastikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana dapat terpenuhi.”
Mahyeldi menekankan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi yang solid. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan seluruh elemen masyarakat dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan dan memastikan bantuan merata.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan simbolis sebesar Rp25 juta kepada pengurus Masjid Paninggahan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu perbaikan fasilitas ibadah yang juga terdampak bencana.
Syafiq, seorang warga Paninggahan, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Bantuan seperti ini, sangat kami butuhkan, karena kami sudah lama berniat untuk memperbaiki Masjid ini,” ungkapnya.










