Padang – Perpustakaan Bahrul Ulum dari Kabupaten Agam meraih juara pertama dalam lomba perpustakaan desa/nagari terbaik tingkat Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2025.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang.
Pengumuman pemenang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar pada Selasa (9/9).
Juara kedua diraih Perpustakaan Umum Nagari Sulit Air (Kabupaten Solok), dan juara ketiga Perpustakaan Nagari Ujung Gading (Kabupaten Pasaman Barat).
Perpustakaan Desa Silungkang Tigo (Kota Sawahlunto) meraih juara harapan I, Perpustakaan Silaing Atas (Kota Padang Panjang) juara harapan II, dan Perpustakaan Lunang Tiga (Pesisir Selatan) juara harapan III.
Penyerahan hadiah berupa uang, tropi, dan piagam penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Mahyeldi dalam acara Festival Literasi Daerah.
Mahyeldi berharap apresiasi ini memacu semangat masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi di Sumbar.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Jumaidi, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan mendukung penguatan literasi masyarakat.
Proses lomba telah berlangsung sejak Juni 2025, meliputi penilaian administrasi, visitasi lapangan, dan presentasi peserta.
Aspek yang dinilai mencakup kelengkapan koleksi, sarana prasarana, pelayanan, kompetensi tenaga perpustakaan, pengelolaan, inovasi, dan dampak perpustakaan dalam pemberdayaan masyarakat.
Festival Literasi Daerah juga menggelar berbagai kegiatan, termasuk lomba video konten literasi, resensi buku, bimtek kepenulisan, lokakarya literasi digital, pemilihan Duta Baca, bedah buku, dan sosialisasi aplikasi perpustakaan.
Acara puncak festival selama tiga hari (9-11/9) meliputi gelar wicara, pameran literasi, bedah buku, penghargaan pemustaka terbaik, dan pertunjukan seni.
Peluncuran buku mantan Gubernur Sumbar, Prof. Irwan Prayitno, berjudul “Allah Bersamamu” turut mewarnai kegiatan tersebut.
Bunda Literasi Sumbar, Harneli Bahar, mengajak seluruh keluarga, sekolah, dan komunitas untuk aktif berperan dalam menumbuhkan literasi.
Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya literasi sebagai kunci akses informasi, peningkatan kualitas hidup, dasar pendidikan, partisipasi sosial politik, penumbuhan empati, dan pengurangan kemiskinan.












