Padang – Sumatera Barat genjot program desa mandiri dengan fokus pada air bersih, energi, dan konektivitas. Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan signifikan jumlah desa mandiri di tahun 2025.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Prioritas utama adalah air bersih untuk kesehatan dan pencegahan stunting.
“Pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih harus menjadi prioritas,” tegas Mahyeldi saat membuka Rapat Koordinasi Data Indeks Desa Provinsi Sumbar Tahun Anggaran 2025, Rabu (5/11/2025).
Sumbar memiliki potensi sumber air melimpah di Bukit Barisan. Pemerintah daerah mendorong kerja sama lintas instansi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air tersebut.
Aksesibilitas antar wilayah juga menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya menghilangkan desa-desa terisolasi dengan memperbaiki infrastruktur jalan.
Penyediaan energi murah untuk daerah kepulauan seperti Mentawai menjadi fokus lain. Pemerintah menjajaki kerja sama dengan ahli Jepang untuk memanfaatkan panas air laut sebagai sumber energi.
Pengembangan ekonomi lokal didorong melalui program Nagari Creative Hub. Program ini bertujuan membantu UMKM memasarkan produk secara digital.
Jumlah desa mandiri di Sumbar meningkat signifikan menjadi 489 desa, dari sebelumnya 368 desa. Peningkatan ini dilaporkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar.
Rapat koordinasi menghasilkan rekomendasi penguatan layanan dasar, peningkatan aksesibilitas, dan perbaikan tata kelola pemerintahan nagari. Acara ditutup dengan peluncuran E-book Indeks Desa Tahun 2025.











