Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengapresiasi gerak cepat Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam memulihkan sistem kelistrikan pasca-bencana hidrometeorologi. Apresiasi ini disampaikan seiring dengan pulihnya seluruh sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan rasa syukur atas pulihnya pasokan listrik di seluruh wilayah yang terdampak. “Alhamdulillah, seluruh wilayah yang sebelumnya sempat padam, kini sudah kembali menyala sepenuhnya,” ujarnya di Padang. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh petugas di lapangan serta semua pihak yang terlibat dalam proses pemulihan.
Menurut Mahyeldi, pemulihan kelistrikan memiliki peran krusial dalam mempercepat pemulihan pascabencana, terutama bagi layanan publik, aktivitas ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah dilakukan secara bertahap. “Energi listrik adalah kebutuhan vital. Karena itu, penormalan yang cepat sangat membantu masyarakat kembali menjalani aktivitasnya,” ungkapnya. Pemerintah Provinsi Sumbar, imbuhnya, akan terus mengawal proses pemulihan infrastruktur lainnya demi mempercepat pemulihan wilayah Sumbar.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, menjelaskan bahwa pemulihan penuh ini dicapai melalui upaya yang intensif di tengah medan yang sulit. Banjir bandang, longsor, dan terputusnya akses jalan di berbagai titik menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan jaringan listrik.
Helmi merinci dampak awal kejadian, di mana tercatat 74 penyulang terdampak, 2.302 gardu padam, 270.148 pelanggan terdampak, dan 42 MW beban padam. “Per pukul 09.00 WIB tanggal 1 Desember, seluruh penyulang yang terdampak sudah berhasil dinyalakan kembali 100 persen,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa infrastruktur mengalami kerusakan signifikan, dengan 247 tiang dan 283 peralatan gardu terdampak. Namun, berkat sinergi antara PLN, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, pemulihan dapat dipercepat.
Data dari PLN menunjukkan bahwa pemulihan dilakukan oleh tiga unit pelayanan, yaitu UP3 Payakumbuh, UP3 Bukittinggi, dan UP3 Solok. UP3 Payakumbuh mencatat satu penyulang terdampak (0,1 MW) dan telah berhasil dinormalkan 100 persen pada 1 Desember. UP3 Bukittinggi menangani 29 penyulang terdampak dan berhasil memulihkan seluruhnya, dengan progres pemulihan gardu mencapai 85 persen. Sementara itu, UP3 Solok mengamankan 8 penyulang dengan beban padam 2,1 MW, dan seluruh jaringan telah kembali aktif dengan progres gardu 81,8 persen.
Helmi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang telah bekerja secara optimal sesuai dengan bidang tugas masing-masing.











