Sawahlunto – Masyarakat Sawahlunto masih menantikan kepastian terkait rekonstruksi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), sebuah bangunan cagar budaya yang mengalami kebakaran pada 3 November 2022. Bangunan yang diperkirakan berusia satu abad, warisan dari era kolonial Belanda, hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemugaran.

PT Bukit Asam Tbk UPO berencana memulai kembali pembangunan GPK pada tahun 2026. “Insyaallah tahun 2026 ini akan dilaksanakan,” ujar GM PT Bukit Asam Tbk UPO, Yulfaizon Cong, saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Yulfaizon, rekonstruksi GPK membutuhkan anggaran yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp 22 miliar. “Dana pembangunan kembali GPK yang terbakar 3 November 2022 itu sangat besar dibutuhkan anggaran sekitar Rp 22 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yulfaizon menjelaskan bahwa ada kemungkinan pembangunan kembali GPK akan diselaraskan dengan peresmian Hotel Bintang Empat Saka Hotel Heritage yang berlokasi di bekas Kantor Ombilin. Keputusan ini diambil karena direksi saat ini memprioritaskan bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Yulfaizon juga menyoroti kompleksitas dalam merekonstruksi GPK agar sesuai dengan bentuk aslinya. Bangunan bersejarah yang terletak di pusat Kota Sawahlunto, yang merupakan bagian dari warisan budaya dunia UNESCO, saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan mencoreng estetika kota. Sebelumnya, anggota DPR RI Andre Rosiade sempat menyampaikan bahwa rekonstruksi gedung bersejarah tersebut akan dimulai pada Desember 2025.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.