Jakarta – Universitas Paramadina menggelar Forum Meet the Leaders pada Kamis (4/9/2025), membahas tantangan Asia Tenggara di panggung global.
Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan, menjadi narasumber utama dalam forum bertajuk “What It Takes: Southeast Asia from Periphery to Core of Global Consciousness”.
Gita menyoroti minimnya narasi global tentang Asia Tenggara. Ia mengungkapkan, hanya 0,26% dari 140 juta buku yang terbit di dunia membahas kawasan berpenduduk 700 juta jiwa ini.
“Ini menunjukkan masih lemahnya kemampuan masyarakat Asia Tenggara dalam bercerita, menguasai literasi, dan numerasi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi perubahan. Investasi besar dalam pendidikan dinilai krusial mengingat mayoritas kepala keluarga dan pemilih di Indonesia belum berpendidikan S1.
“Guru memiliki peran sentral dalam menyuntikkan imajinasi, ambisi, serta keberuntungan yang lahir dari kerja keras,” tegasnya.
Selain itu, Gita membahas kesenjangan sosial-ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan perbandingan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara dengan Tiongkok.
Gita juga menekankan bahwa nasionalisme sejati adalah tentang siapa yang menikmati manfaat pembangunan.
“Keterbukaan terhadap talenta, imajinasi, ambisi, serta keberuntungan yang dibentuk oleh kerja keras harus menjadi nilai utama generasi muda kita,” pungkas Gita.











