Davao Oriental – Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 mengguncang Filipina pada Jumat (10/10) sekitar pukul 09.43 waktu setempat. Gempa berpusat di lepas pantai Provinsi Davao Oriental, sekitar 20 kilometer dari Manay, Mindanao, dan memicu peringatan tsunami yang juga berlaku untuk Indonesia. Akibat guncangan kuat, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik.

2 Orang Tewas
Satu korban jiwa ditemukan di Kota Mati, ibu kota Davao Oriental, dekat episentrum gempa, akibat tertimpa reruntuhan tembok. Korban lainnya adalah seorang lansia di Pusat Medis Davao Oriental yang meninggal karena serangan jantung akibat panik saat gempa. Legislator Davao Oriental, Cheeno Miguel Almario, mengonfirmasi insiden ini.

3 Saluran Listrik di Davao Mati
Gempa menyebabkan pemutusan aliran listrik di sekitar wilayah Davao. Jaringan Listrik Nasional Filipina (NGCP) mengidentifikasi tiga saluran listrik utama yang terdampak: jaringan Davao-Tiruk 69kV, Nabunturan-Asuncion 69kV, dan Nabunturan-Masar 138kV. Saluran-saluran ini menyuplai listrik untuk Kota Davao, Davao del Norte, dan Davao de Oro. Namun, pihak NGCP memastikan jaringan listrik di timur laut, utara, dan barat daya Mindanao tetap stabil.

Coast Guard Filipina Larang Kapal-Kapal Berlayar
Untuk langkah antisipasi, Pejabat Kepulauan Dinagat, Geraldine Ecleo, segera menerbitkan larangan berlayar bagi kapal-kapal di Mindanao. Protokol evakuasi juga telah diterapkan di setiap barangay, unit pemerintahan terkecil yang setara dengan desa di Indonesia.

Gubernur Surigao del Norte, Robert Lyndon Barbers, turut mengumumkan penutupan sementara layanan publik dan mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada serta mengikuti protokol keamanan dari otoritas lokal.

Ada Keretakan di Jembatan Magsaysay Kota Butuan
Dampak gempa juga ditinjau pada infrastruktur. Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya kawasan Carga (DPWH-13) meninjau Jembatan Magsaysay di Kota Butuan, salah satu infrastruktur utama.

Tim DPWH-13 menemukan retakan pada aspal di jembatan Magsaysay. Mereka menjelaskan bahwa retakan tersebut adalah hal normal yang terletak di sambungan, yang memang dirancang untuk menyerap gerakan dan tekanan. Oleh karena itu, keretakan ini tidak memengaruhi keamanan dan integritas struktur jembatan untuk dilintasi kendaraan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.