Padang – World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2025, yang berlangsung pada 27-28 November 2025, telah diidentifikasi sebagai katalisator potensial untuk pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Acara tersebut, yang bertujuan untuk menghubungkan bisnis lokal dengan pasar global, dilaporkan menghasilkan transaksi senilai Rp10 miliar.

Sari Lenggogeni, Ketua Pelaksana WIES 2024, menyampaikan bahwa acara tersebut dirancang untuk memberikan platform bagi UMKM lokal untuk berinteraksi dengan mitra internasional. “Alhamdulillah, WIES telah selesai digelar dan sukses dilaksanakan,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Jumat (19/12/2025). “Total transaksi diperkirakan mencapai Rp10 miliar lebih, tentunya nilai transaksi ini berkontribusi menggeliatkan perekonomian Sumbar.”

Menurut Sari, antusiasme dari peserta, terutama dari sektor UMKM dan tamu internasional, memainkan peran penting dalam keberhasilan acara tersebut. Para pelaku usaha merasa puas dengan kesempatan untuk membangun jaringan bisnis dengan mitra global. “Antusiasme peserta internasional luar biasa. Mereka sangat happy sampai titik akhir,” katanya. Ia menambahkan, “Menariknya, ada sesi kolaborasi untuk membangun UMKM global lokal, dan itu membuat bahagia teman-teman UMKM yang bertemu langsung dengan UMKM global. Memang belum ada deal, namun potensi ke depan sangat menjanjikan.”

Lebih lanjut, Sari menyoroti bahwa produk batik Indonesia menjadi daya tarik utama selama WIES berlangsung. Beberapa mitra dari luar negeri, termasuk Yayasan Hasanah Malaysia, menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama lebih lanjut. “Mereka mencari peluang kolaborasi batik dan bagaimana melakukan kerja sama. Ini menunjukkan batik kita diminati,” jelasnya.

Dalam evaluasinya, Sari juga menekankan perlunya peningkatan kualitas kemasan produk UMKM lokal. Ia mencontohkan UMKM Malaysia yang memiliki kemiripan produk, namun unggul dalam hal pengemasan. “Kita lihat UMKM Malaysia produknya hampir sama, tapi bungkusnya luar biasa atau packing-nya. Hampir semua profesional, terlihat mahal. Ini penting untuk kita tingkatkan, terutama dari sisi kreativitas,” ujarnya.

Sari menambahkan bahwa tujuan utama WIES adalah untuk menjembatani pelaku UMKM nasional dengan jaringan internasional. WIES 2025 melibatkan pelaku usaha dari sekitar 20 negara, termasuk Malaysia dan Singapura, dengan UMKM Sumbar sebagai peserta utama.

Mengenai nilai transaksi, Sari menjelaskan bahwa perkiraan nilai ekonomi yang tercipta selama kegiatan mencapai sekitar Rp10 miliar, terutama melalui interaksi dengan pelaku usaha Malaysia. Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan belum dipublikasikan secara lengkap.

Sari berharap momentum positif ini dapat terus berlanjut, mengingat WIES memiliki peran penting dalam membuka peluang bagi UMKM untuk menembus pasar global. “Kita berharap momentum ini terus terjaga, karena WIES hadir untuk membuka jalan bagi UMKM menembus pasar global. Semoga Sumbar tetap menjadi tuan rumah WIES, sehingga UMKM lokal bisa naik kelas secara cepat,” pungkas Sari, didampingi oleh panitia WIES, Yulviadi Adek dan Mona Sisca.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.