Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan Provinsi Maluku.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan GPM sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Pemerintah hadir bersama masyarakat, memastikan bahan pokok tersedia dengan harga terjangkau,” ujar Hendrik, Sabtu (15/6/2024).

Dalam GPM, Perum Bulog Kanwil Maluku-Maluku Utara menyalurkan beras SPHP kemasan 5 kg seharga Rp60.000. Harga ini lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp65.000.

Selain beras, masyarakat juga bisa mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.500 per liter dan gula pasir Rp17.000 per kilogram. Harga ini juga di bawah harga pasar.

Hendrik menjelaskan, GPM bertujuan meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga.

“Melalui gerakan pangan murah ini, masyarakat bisa membeli beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih rendah,” katanya.

Pemerintah provinsi akan terus mendorong kegiatan serupa untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan dan peringatan nasional.

Kepala Perum Bulog Kanwil Maluku-Maluku Utara, Mara Kamin Siregar, menambahkan bahwa program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Dukungan tersebut datang dari Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.