Merauke – Demonstrasi berujung ricuh mewarnai aksi protes warga Merauke, Papua Selatan, akibat gangguan jaringan internet yang berulang kali terjadi. Warga dan pelaku usaha merugi akibat kerusakan kabel bawah laut sejak Sabtu, 16 Agustus 2025.

Gangguan internet 4G Telkomsel di Merauke disebabkan kerusakan kabel Sistem Komunikasi Kabel Laut-Sulawesi Maluku Papua Cable System (SKKL-SMPCS) di ruas Sorong-Merauke.

Masalah ini bukan pertama kali terjadi. Sejak 2016, gangguan serupa sering terjadi, dengan yang terparah pada 2023 lalu, di mana jaringan internet lumpuh selama lebih dari dua bulan.

Kerusakan kabel bawah laut ini melumpuhkan sejumlah usaha berbasis online.

Angelbertus Farel, seorang pengemudi ojek online, mengungkapkan bahwa pendapatannya nihil akibat gangguan internet. “Pendapatan kami justru tidak ada sama sekali selama jaringan internet mati,” ujarnya. Ia terpaksa beralih pekerjaan sementara waktu menjadi mekanik bengkel dengan penghasilan tak menentu.

Sisilia Weni, penjual makanan daring, juga mengaku rugi. “Selama jaringan [internet] mati, saya rasa rugi karena selama ini saya ada jualan makanan secara online melalui Facebook,” katanya. Penghasilannya turun drastis, dan ia terpaksa berjualan secara offline.

Elisabeth Kartini, seorang konten kreator, juga mengalami kerugian karena tidak dapat memperoleh penghasilan dari konten media sosialnya.

Protes Berujung Ricuh

Sekitar 1.000 orang dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Kabupaten Merauke menggelar unjuk rasa di Kantor Telkom Indonesia Daerah Merauke pada Kamis (21/08).

Massa meneriakkan yel-yel “Bakar Telkom” dan melempari kantor dengan batu, kayu, botol, bahkan molotov. Aksi ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan Telkom.

Bentrok antara demonstran dan aparat keamanan tak terhindarkan. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Beberapa demonstran dan polisi mengalami luka-luka.

Tuntutan Demonstran

Koordinator aksi, Andika Labobar, menuntut pemulihan jaringan internet, komitmen Telkom membangun jalur cadangan, transparansi anggaran PT Telkom, dan pemerintah memfasilitasi masuknya provider lain di Merauke.

“Kami juga menuntut agar Telkom memberikan kompensasi kepada pengguna Indihome dan data Telkomsel di Merauke yang terdampak,” tegasnya.

Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, berjanji akan memanggil pimpinan Telkom Merauke untuk klarifikasi.

Reaksi Warga

Warga Merauke mendukung aksi unjuk rasa tersebut. Mereka merasa dirugikan dengan gangguan internet yang berulang kali terjadi.

“Kalau tidak didemo, Telkom bisa seenaknya,” ujar Elisabeth Kartini.

Sisilia Weni berharap Telkom melakukan evaluasi dan tidak terjadi lagi gangguan internet.

Target Perbaikan

PT Telkom Indonesia menyatakan tengah berupaya memulihkan gangguan pada SKKL SMPCS#2 ruas Sorong-Merauke.

EVP Telkom Regional V, Amin Soebagyo, menargetkan perbaikan sementara selesai pada minggu pertama September 2025 dan perbaikan permanen pada minggu ketiga September 2025.

Telkom menyiapkan jalur cadangan dan pengaturan prioritas layanan. Mereka juga menyiapkan kapal khusus untuk perbaikan teknis SKKL.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.