Manchester – Pelatih anyar Manchester United, Ruben Amorim, dikabarkan terancam kehilangan pekerjaannya sebelum Natal. Isu panas ini mencuat menyusul performa kurang memuaskan tim Setan Merah di awal musim.
Tekanan besar menghantam Amorim setelah Manchester United hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga laga terakhir di Premier League. Kekalahan memalukan di Carabao Cup melawan tim kasta keempat, Grimsby Town, semakin memperburuk situasi.
Mantan bek Premier League, William Gallas, menjadi salah satu pengkritik tajam kinerja Amorim. Gallas menilai pelatih asal Portugal itu terlihat kebingungan dalam menangani tim sebesar Manchester United.
“Dia terlihat tersesat. Bahasa tubuh dan respons emosionalnya tidak memberi kesan baik bagi para pemain maupun fans,” ujar Gallas, seperti dikutip dari Express.
Gallas bahkan memprediksi Amorim tidak akan bertahan hingga Natal jika Manchester United kembali menelan kekalahan. Kekalahan dari Grimsby dianggap sebagai titik nadir dan gambaran beratnya transisi Amorim dari Sporting CP menuju Manchester United.
Amorim dinilai masih kesulitan mengelola skuad Manchester United yang dipenuhi pemain dengan ego tinggi. Di Sporting CP, ia terbiasa bekerja dengan pemain yang lebih patuh dan mau mengikuti instruksinya.
“Di United, tekanannya luar biasa. Para pemain memiliki ego besar, dan dia tampak kewalahan,” lanjut Gallas.
Gallas mencontohkan kasus Kobbie Mainoo. Amorim mencoba mengingatkan sang gelandang muda agar bekerja lebih keras, namun respons Mainoo justru menunjukkan ketidakpatuhan.
Gallas menyamakan situasi Amorim dengan Erik ten Hag, yang sebelumnya dipecat karena hasil buruk. “Saat ini Amorim terlihat seperti Ten Hag. Semua kembali pada hasil, dan kekalahan dari Grimsby benar-benar hasil mengejutkan,” ucapnya.
Selain kinerja Amorim, Gallas juga mengkritik strategi transfer Manchester United. Ia menyoroti perekrutan Bryan Mbeumo dari Brentford dengan biaya awal £65 juta.
“Dia pemain bagus, tetapi saya tidak bisa memahami mengapa harganya sebesar itu. Mereka menghabiskan banyak uang, tapi tidak banyak mengubah susunan pemain inti,” sindir Gallas.
Menurutnya, strategi belanja Manchester United hanya menambah tekanan tanpa memberikan solusi nyata di lapangan.
Dengan hasil minor di awal musim, ditambah tekanan besar dari fans dan ekspektasi tinggi manajemen, masa depan Ruben Amorim di Manchester United semakin dipertanyakan. Jika tak segera bangkit, ancaman pemecatan sebelum Natal bukan lagi sekadar isu.












