Padang – Program “Galeh Babelok” yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menarik minat investor. Sejumlah investor menyatakan ketertarikan untuk menanamkan modal di berbagai sektor.
Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Sumbar, Alrifjon, mengungkapkan delapan calon investor telah mengonfirmasi ketertarikannya. Lima di antaranya bahkan serius untuk berinvestasi.
Investor tersebut berasal dari berbagai bidang usaha.
Abdul Aziz Latini dari PT Royal Trader Indonesia tertarik berinvestasi di sektor pertanian, khususnya memasarkan hasil pertanian Sumbar ke Batam.
M. Asrar Rais dari PT Sinergi Bumi Khatulistiwa berminat berinvestasi di sektor batu bara.
H. Delisis Hasanto dari PT Tuan tertarik dengan properti, kuliner, dan pariwisata.
Anthony Harry dari PT Han Ton Property juga berminat di sektor properti dan pariwisata.
Winda Pratiwi dari PT Winda Angkasa Raya Pangan tertarik berinvestasi di paket wisata serta sektor nabati dan hewani.
Yana Patriana dari PT Pisang Kipas Kuantan Pertanian berminat berinvestasi di pisang kapok kuning.
Rudi Alfian Umar dari PT Riau Multi Trade Trading tertarik berinvestasi di komoditi, tambang, dan trading batu bara.
Bukhari dari PT Jawara Nusantara Waste Management berminat berinvestasi di pabrik kelapa sawit dan pengolahan limbah cair menjadi Green PKS.
Alrifjon menambahkan, beberapa investor sudah menindaklanjuti minatnya.
Abdul Aziz Latini sedang mengurus izin lintasan roro di Kementerian Perhubungan Darat dan berencana berkunjung ke Sumbar.
H. Delisis Hasanto juga berencana datang langsung ke Sumbar dan meminta pendampingan.
Winda Pratiwi sedang merekap kebutuhan investasinya dan akan meminta rekomendasi harga bibit bebek petelur, kambing, sapi, dan ayam kampung petelur.
Yana Patriana sedang mencari pemasok pisang kapok kuning yang mampu memasok 1 ton per hari.
Rudi Alfian Umar menawarkan fasilitas trading batu bara untuk PT Semen Padang.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebelumnya bertemu dengan para pelaku usaha dan perantau Minang di Riau melalui program Galeh Babelok. Program ini bertujuan mempromosikan tiga sektor strategis daerah, yaitu perdagangan, pariwisata, dan investasi.












