Solok – RSUD Mohammad Natsir perkuat layanan bedah saraf melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik inisiatif ini.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas, khususnya bedah saraf, bagi masyarakat Sumatera Barat. RSUD M. Natsir merupakan rumah sakit rujukan bagi enam kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Peningkatan jumlah pasien tercatat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan kenaikan rawat jalan dari 81.342 orang pada 2020 menjadi 126.783 orang pada 2024.

Jumlah pasien rawat inap juga mengalami peningkatan, dari 8.593 orang (2020) menjadi 13.217 orang (2024).

Kepala Bedah Saraf FK UI RSCM, Dr. Setyo Widi Nugroho, menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro (KJSU). Ia menyoroti risiko keterlambatan penanganan stroke.

Setyo mengungkapkan, Indonesia masih kekurangan rumah sakit yang siap menangani stroke. Dari kebutuhan 435 rumah sakit, saat ini baru tersedia 37. Penguatan layanan bedah saraf di daerah menjadi solusi krusial untuk mengatasi kesenjangan ini.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.