PARIAMAN – Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pariaman, Sumatera Barat, kini terhenti aktivitasnya karena kekurangan dana operasional. Padahal, peran komunitas ini sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan kota.

Meski tanpa dukungan dana seperti tahun-tahun sebelumnya, semangat anggota FKH untuk menjaga lingkungan tetap tinggi.

Ketua FKH Kota Pariaman, Junaidi, mengatakan bahwa forum ini terbentuk sejak tahun 2012 melalui sosialisasi Kementerian Lingkungan Hidup.

FKH sempat mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup melalui program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) selama empat tahun (2013-2017).

Dana tersebut memungkinkan FKH menggelar berbagai kegiatan besar, termasuk Festival Hijau yang menjadi agenda rutin tahunan.

Namun, dukungan dana terhenti saat pandemi COVID-19 melanda karena anggaran dialihkan untuk penanganan yang lebih mendesak.

Setelah pandemi, FKH sempat mengadakan kegiatan sederhana secara sukarela, seperti bersih-bersih pantai dan pemeliharaan taman kota.

FKH Pariaman dikenal sebagai penggerak utama aksi bersih pantai di Pantai Gandoriah, Pantai Kata, dan Pulau Angso Duo.

Junaidi berharap pemerintah maupun sektor swasta kembali memberikan perhatian pada gerakan lingkungan. “Kalau ada sedikit dukungan saja, kami siap aktif lagi,” katanya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.