Kuala Lumpur – FIFA menjatuhkan sanksi denda pada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7 miliar) dan menangguhkan tujuh pemain naturalisasi mereka dari seluruh aktivitas sepak bola selama 12 bulan. Sanksi ini diberikan karena FAM terbukti melakukan pemalsuan dokumen.

Wakil Presiden FAM, Dollah Salleh, menyatakan keheranannya atas keputusan ini. Ia mempertanyakan alasan FIFA baru mempermasalahkan hal tersebut, padahal izin naturalisasi ketujuh pemain diklaim sudah diberikan sebelumnya.

“Kok baru sekarang? Kalau melihat keputusan yang ada, izin sebenarnya sudah diberikan sebelumnya, jadi kenapa baru dipermasalahkan sekarang?” ujar Dollah pada Minggu (28/9). Meski demikian, ia optimistis masalah ini akan segera terselesaikan dan justru membawa dampak positif bagi FAM.

Dollah menambahkan, FAM telah melakukan diskusi dengan jajaran pimpinan tertinggi untuk menyikapi situasi ini. “Kami sudah berdiskusi dengan pimpinan tertinggi. Mari kita tunggu dan lihat dalam 10 hari ke depan. FAM sama sekali tidak panik,” terangnya.

Komite Disiplin FIFA menyatakan FAM terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan dokumen. Ketujuh pemain naturalisasi yang terlibat adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Hector Hevel, Rodrigo Holgado, dan Joao Figueiredo.

Selain denda untuk FAM, ketujuh pemain naturalisasi tersebut juga dikenai denda sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp 41 juta masing-masing. Mereka dilarang beraktivitas dalam sepak bola selama 12 bulan, baik di level nasional maupun internasional.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.