Padang – Pemerintah Kota Padang terus memacu program Smart Surau sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda yang religius dan adaptif terhadap teknologi. Penegasan ini disampaikan saat kunjungan Safari Ramadan 1447 H di Musala Rambutan, Korong Gadang, Kuranji, pada Jumat (27/2/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menekankan bahwa Smart Surau adalah pilar penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. “Ke depan, kita siapkan sistem yang lebih modern,” ujarnya, mengisyaratkan pembaruan sistem yang lebih canggih. Rencananya, masjid dan musala akan dilengkapi fasilitas digital seperti tablet dan jaringan internet, serta sistem absensi berbasis pengenalan wajah. “Absensi dapat menggunakan face recognition, sehingga kehadiran anak-anak tercatat secara otomatis dan tertib,” jelasnya, menggambarkan efisiensi sistem baru.
Fadly Amran menjelaskan bahwa program ini bermula dari inisiatif masyarakat yang kemudian diperkuat oleh pemerintah melalui sistem yang lebih terstruktur dan terintegrasi dengan digitalisasi. “Jika kita flashback ke 2025, program ini masih sebatas dorongan,” katanya, menyoroti evolusi program dari inisiatif sederhana menjadi sistem yang terstruktur. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah mendukung program ini. “Alhamdulillah, berkat kolaborasi semua pihak, kini sekitar 60 ribu dari 90 ribu siswa di Kota Padang telah melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Ini capaian yang patut kita syukuri,” tambahnya, menggarisbawahi dampak positif program.
Jumaidi, perwakilan pengurus Musala Rambutan, menyambut baik kunjungan wali kota dan rombongan. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan musala, termasuk perluasan ruang dan pembangunan lantai dua. “Di musala ini kami juga melaksanakan program Smart Surau melalui Subuh Mubarakah,” ungkapnya, menunjukkan implementasi program di tingkat musala. Ia menegaskan komitmen musala untuk menjadi pusat pendidikan dan pembinaan umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah.
Dalam tausiah Ramadan, Duski Samad menyampaikan materi tentang “Tiga Pilar Kejayaan Kota Padang”. Ia menjelaskan bahwa pilar tersebut meliputi penguatan kehidupan beragama, penguatan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat, serta penguatan kepedulian sosial. Duski Samad mengapresiasi program Smart Surau sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan, penataan Pasar Raya sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendorong BAZNAS untuk lebih aktif dalam menghimpun zakat.










