Padang – Pemerintah Kota Padang mengintensifkan koordinasi dengan sektor swasta dalam upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan mendesak peralatan rumah tangga bagi para pengungsi yang akan ditempatkan di hunian sementara.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Jumat (5/12/2025), Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas bantuan awal yang telah diterima. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan para korban memiliki fasilitas yang layak di tempat tinggal sementara. “Kami menyiapkan rumah hunian sementara bagi korban banjir dan longsor,” ujarnya.
Pemerintah Kota Padang, menurut Fadly, berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan dan penyaluran bantuan. Ia juga mengimbau agar bantuan dari pengusaha dan donatur dialihkan ke penyediaan peralatan rumah tangga yang esensial. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan mendukung pemulihan pascabencana,” katanya.
Dukungan konkret terus mengalir, di antaranya dari IKKT Nasional yang menyumbangkan 2,5 ton beras dan 1.410 bungkus nasi. Selain itu, FK-IJK Sumbar turut memberikan bantuan berupa makanan siap saji dan peralatan rumah tangga.
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap imbauan Wali Kota, pasangan muda asal Padang Timur, Tamara dan Raihan, menyumbangkan peralatan rumah tangga senilai Rp50 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka memulai kembali kehidupan di hunian sementara yang telah disiapkan.










