Tanah Datar – Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia kembali beroperasi, menandai babak baru dalam pelestarian warisan sastra bangsa. Peresmian yang berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat literasi di kalangan generasi muda.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menuturkan harapannya agar kedua tempat tersebut dapat menjadi pusat kegiatan bagi para pelaku seni dan budaya. “Dengan aktivasi ini, semoga Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia kembali menjadi kantong budaya yang hidup dan berkembang,” ujarnya. Ia menambahkan, revitalisasi ini diharapkan dapat menginspirasi lahirnya budayawan dan sastrawan muda, khususnya yang terinspirasi dari sosok Taufiq Ismail.
Museum Sastra Indonesia sendiri menyimpan berbagai artefak sejarah dan karya sastra penting, termasuk karya-karya Taufiq Ismail, mesin tik para penyair, serta tulisan tangan HB Jassin. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi para pengunjung.
Taufiq Ismail menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya kembali Rumah Puisi dan Museum Sastra Indonesia. “Biasanya hal semacam ini dibangun setelah orangnya sudah masuk kubur, tapi ini justru didirikan di saat saya masih hidup,” katanya.
Rumah Puisi Taufiq Ismail pertama kali dibuka pada tahun 2008, diikuti oleh Museum Sastra Indonesia pada tahun 2024. Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang.










