Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar) menerapkan pendekatan berbasis data dan ilmu keolahragaan dalam pembinaan atlet Pelatihan Provinsi (Pelatprov) sebagai upaya meningkatkan efektivitas program latihan. Langkah ini menandai pergeseran signifikan menuju metode yang lebih terukur dan objektif.
Menurut Koordinator Tes Fisik Pelatprov KONI Sumbar, Ilham, tes fisik yang dilakukan bukan sekadar proses seleksi, melainkan juga sebagai fondasi pengumpulan data komprehensif mengenai kondisi fisik awal para atlet. “Melalui tes fisik yang terstandar dan terukur, kita memperoleh data objektif terkait kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan power atlet,” ungkapnya. Data ini, imbuhnya, akan menjadi landasan penting dalam merancang program latihan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ilham, yang juga merupakan Dosen Departemen Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (UNP) serta Pengurus Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Sumbar, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian tes dilaksanakan secara sistematis, mulai dari perencanaan instrumen tes hingga analisis hasil pengukuran.
Hasil tes menunjukkan adanya variasi kondisi fisik atlet antarcabang olahraga. Hal ini mengindikasikan bahwa evaluasi pembinaan tidak dapat disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik serta tuntutan fisik masing-masing cabang. “Pendekatan ilmiah ini memungkinkan pelatih melakukan penyesuaian program latihan berdasarkan data, bukan asumsi,” jelas Ilham. Dengan demikian, risiko kesalahan latihan dapat ditekan dan potensi atlet dapat dioptimalkan.
Lebih lanjut, Ilham menambahkan bahwa tes fisik juga menjadi instrumen evaluasi kinerja pembinaan atlet Sumbar secara menyeluruh. Data yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelatih dan pengurus cabang olahraga dalam meningkatkan kualitas prestasi atlet.
Dalam kesempatan tersebut, Ilham menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Sumbar, Dekan FIK UNP, serta Ketua Pelaksana atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai koordinator tes fisik. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, tim tester dari dosen FIK UNP, mahasiswa UKO dan Departemen Kesehatan dan Rekreasi, para pelatih, serta atlet yang telah berkolaborasi sehingga pelaksanaan tes fisik berjalan lancar dan tertib. “Kolaborasi antara akademisi, pelatih, dan organisasi olahraga menjadi kunci keberhasilan pembinaan atlet Sumatera Barat berbasis sport science,” pungkasnya.
KONI Sumbar telah memulai Program Pelatprov 2026 sejak awal tahun. Salah satu tahapan penting adalah pelaksanaan tes berbasis pendekatan ilmiah terhadap atlet potensial Sumbar. Sebanyak 180 atlet dari 31 cabang olahraga mengikuti rangkaian tes yang berlangsung sejak Senin (12/1/2026). Rangkaian tes diawali dengan pemeriksaan kesehatan di UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) dan Pelatihan Kesehatan (Pelkes) Provinsi Sumatera Barat, dilanjutkan psikotes pada Selasa (13/1), dan diakhiri dengan tes fisik di GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu, 14 Januari.











