Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menolak menjawab pertanyaan mengenai penunjukan pelatih baru Timnas Indonesia pengganti Patrick Kluivert. Erick beralasan dirinya sedang berbicara dalam kapasitas sebagai Menpora.
“Itu kan tadi saya bilang, saya di sini sebagai Menpora, nanti itu ada tupoksinya sendiri,” kata Erick di gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025. Pernyataan ini disampaikan saat ia ditanya kapan PSSI akan menunjuk pelatih pengganti Kluivert.
Erick bahkan menyebut para wartawan belum terbiasa membedakan posisinya sebagai Menteri Olahraga atau Ketua Umum PSSI. “Jadi, teman-teman belum biasa rupanya. Harus mulai biasa, gitu,” ucapnya.
Saat ditanya tentang pembahasan pelatih baru tim nasional sepak bola antara Menpora dan PSSI, Erick kembali berkilah. “Enggak ada hubungannya, gitu loh,” ujarnya.
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu meminta wartawan bersikap dewasa dan saling menghargai. “Teman-teman media mesti dewasa, kita kan tidur di satu rumah. Kita harus saling menghargai, harus saling menyayangi karena kalau kita selalu memecah diri kita sesama, kita tidak akan dewasa. Akhirnya konflik. Tadi saya udah bilang bahwa tentu ada tupoksinya masing-masing,” tutur pria 55 tahun itu.
Pertanyaan seputar penunjukan pelatih baru Timnas Indonesia menjadi krusial mengingat skuad Garuda akan menjalani dua laga uji coba pada FIFA Matchday November 2025, yang berlangsung 10–18 November 2025. Salah satu negara yang diharapkan menjadi lawan adalah Malaysia. Namun, hingga kini, PSSI belum menunjuk pelatih baru setelah memutus kontrak Kluivert pada 16 Oktober lalu.
PSSI memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Kluivert setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Keputusan ini menuai kontroversi besar.
Banyak pihak mengaitkan kegagalan tersebut dengan pemecatan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, yang dilakukan di tengah kualifikasi. Pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Kluivert pada awal Januari lalu dinilai sebagai langkah gegabah yang merusak momentum tim.
Pergantian arsitek dari Korea Selatan ke Belanda itu disebut berimbas pada tersingkirnya Timnas Indonesia di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda dipastikan gagal ke putaran final setelah kalah menghadapi Arab Saudi 2-3 dan Irak 0-1 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah pada 9 dan 12 Oktober lalu.











