Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) diprediksi akan meraup sentimen positif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal ini seiring dengan perkiraan peningkatan aktivitas belanja konsumen.
Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group, Amelia Allen, menyatakan bahwa Erajaya Group melihat momentum akhir tahun bukan hanya sebagai puncak penjualan musiman.
“Namun sebagai fase strategi untuk memperkuat relevansi merek, kualitas pengalaman pelanggan serta efisiensi operasional di seluruh jaringan ritel perusahaan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Amelia memaparkan tiga strategi utama yang akan diterapkan dalam menghadapi momentum Nataru 2025/2026.
Pertama, penguatan kurasi produk dan kesiapan ketersediaan stok, terutama pada kategori yang secara historis memiliki permintaan tinggi di akhir tahun, baik untuk kebutuhan pribadi maupun hadiah. Erajaya memastikan rantai pasok dan distribusi berjalan optimal agar produk mudah diakses di berbagai kanal dan wilayah.
Kedua, ERAA mengakselerasi pendekatan omnichannel secara lebih terintegrasi. Ini mencakup promo akhir tahun yang relevan dan memastikan pengalaman berbelanja yang konsisten antara kanal offline dan online. Kemudahan akses, fleksibilitas transaksi, dan dukungan layanan purna jual yang andal juga menjadi fokus utama di tengah meningkatnya trafik pelanggan.
Ketiga, ERAA memberikan perhatian khusus pada kesiapan operasional dan kualitas interaksi di lapangan. Tim di jaringan ritel dipersiapkan untuk memberikan layanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan. Tujuannya, tingginya aktivitas selama periode Nataru justru menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan pelanggan.
Dibandingkan periode sebelumnya, pendekatan tahun ini lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dan berorientasi pada nilai.
“Fokus kami tidak hanya pada mendorong volume penjualan jangka pendek, tetapi juga memastikan bahwa momentum akhir tahun ini berkontribusi pada keberlanjutan kinerja dan loyalitas pelanggan dalam jangka menengah hingga panjang,” imbuh Amelia.
Sayangnya, Amelia tidak menyebutkan secara spesifik target penjualan selama periode Nataru. Namun, ia menegaskan bahwa Erajaya tetap optimis dengan prospek bisnis hingga akhir tahun.
“Keyakinan ini didukung oleh strategi ekspansi yang dijalankan secara berkelanjutan, penguatan portofolio jenama, serta kemampuan perusahaan dalam memahami dan merespons kebutuhan serta preferensi konsumen di berbagai kategori,” pungkas Amelia.












