Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan bahwa fasilitas produksinya di Sumatra terdampak banjir. Operasional di wilayah kerja (WK) “B” yang berlokasi di Aceh Utara terganggu dan saat ini sedang dalam persiapan untuk beroperasi kembali.
Wakil Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Edoardus Ardianto menyatakan, karyawan dan keluarga yang terdampak telah dievakuasi dan diberikan bantuan.
ENRG mengoperasikan 10 wilayah kerja minyak dan gas di Sumatra, meliputi dua WK di Aceh (WK “B” dan WK Bireun-Sigli), dua WK di Sumatra Utara (WK Gebang dan WK Tonga), dan enam WK di Riau (WK Bentu, WK Korinci Baru, WK Kampar, WK Siak, WK South CPP, dan WK Malacca Strait).
Perusahaan memastikan bahwa aset dan operasional di WK Bireun-Sigli, serta wilayah kerja lainnya di Sumatra Utara dan Riau, tidak terdampak banjir.
Meskipun demikian, ENRG mengakui adanya potensi keterlambatan perolehan pendapatan akibat bencana ini. Saat ini, perusahaan aktif melakukan pemeriksaan dan pemulihan fasilitas produksi, serta berkoordinasi dengan para *stakeholder*.
ENRG juga menyatakan memiliki asuransi untuk menanggung potensi kerugian akibat banjir. Bantuan berupa evakuasi dan kebutuhan dasar juga telah diberikan kepada karyawan dan keluarga yang terdampak.
ENRG memastikan insiden ini tidak berdampak pada strategi pasokan dan logistik perusahaan.











