Padang – Sumatera Barat mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang memprihatinkan, hanya 3,39 persen pada tahun 2025. Angka ini menjadi salah satu yang terendah di wilayah Sumatera, yang mengindikasikan fondasi ekonomi daerah yang melemah.
Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Abdul Aziz, hampir semua komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB), seperti konsumsi, investasi, hingga perdagangan, tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal. Ia menilai Sumatera Barat kurang gesit dibandingkan dengan provinsi lain dalam beradaptasi dengan perubahan ekonomi.
Aziz menyoroti lambatnya perkembangan proyek strategis seperti jalan tol Padang–Pekanbaru, yang mengakibatkan terhambatnya arus logistik dan tingginya biaya distribusi. Selain itu, Pelabuhan Teluk Bayur juga dinilai belum berkembang secara maksimal, sehingga sulit meningkatkan ekspor komoditas unggulan.
Lebih lanjut, iklim investasi di Sumatera Barat juga belum menunjukkan perbaikan. Sengketa tanah ulayat, proses perizinan yang berbelit, serta rendahnya kepastian hukum menjadi faktor yang membuat investor memilih untuk berinvestasi di provinsi lain. “Kepastian lahan dan layanan cepat itu krusial. Ini pekerjaan rumah besar,” kata Aziz, Jumat (27/6/2025).
Kondisi ini diperparah dengan kemunduran kinerja industri semen, terutama Semen Padang. Dampaknya meluas ke sektor transportasi, konstruksi, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada rantai pasok industri semen.
Selain itu, Sumatera Barat juga tertinggal dalam pengembangan ekonomi digital dan industri kreatif. Padahal, provinsi ini memiliki generasi muda berpendidikan dan potensi besar untuk mengembangkan ekosistem inovasi.
Aziz menilai kondisi ini sebagai momentum untuk melakukan perbaikan. Ia menyarankan tiga langkah prioritas, yaitu reformasi perizinan dan kepastian lahan, percepatan pembangunan konektivitas, serta penguatan sektor industri baru berbasis inovasi.
“Sumbar sebenarnya punya modal kuat. Tinggal bagaimana kebijakan diarahkan ke strategi yang progresif dan adaptif,” tutupnya pada Jumat (27/6/2025).











