Jakarta – Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif tercatat melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang periode 2022 hingga 2024. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa meskipun sempat terjadi perlambatan pada 2023, sektor ini kembali menguat secara signifikan pada 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan Teuku Riefky dalam acara Ekraf Annual Report 2025 yang berlangsung di Thamrin Nine, Jakarta, pada Senin, 22 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi nasional turut mendorong pertumbuhan sektor kreatif.
Secara rinci, PDB ekonomi kreatif mencapai 6,81 persen pada 2022, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang saat itu sebesar 5,31 persen. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 5,05 persen pada 2023, setara dengan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun yang sama. Namun, PDB ekraf kembali menunjukkan penguatan signifikan, mencapai 6,57 persen pada 2024, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,03 persen.
Nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sektor ekonomi kreatif juga menunjukkan peningkatan berkelanjutan. Pada 2022, nilainya mencapai Rp 1.370,4 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 1.476,2 triliun pada 2023, dan diproyeksikan mencapai Rp 1.611,2 triliun pada 2024. “Hal ini mengindikasikan peran strategis sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Teuku Riefky.
Untuk tahun berjalan, Riefky menargetkan laju pertumbuhan PDB ekonomi kreatif berada di kisaran 5,3 hingga 5,54 persen. Ia berharap target pertumbuhan tersebut dapat tercapai. Badan Pusat Statistik (BPS) direncanakan akan merilis data pertumbuhan PDB ekonomi kreatif di awal tahun, sekitar bulan Februari 2027.
Di samping itu, Kementerian Ekonomi Kreatif juga melaporkan indikator kinerja utama lainnya. Pencapaian investasi sektor ekraf hingga triwulan I sampai III tahun 2025 mencapai Rp 132 triliun. Jumlah ini setara dengan 9 persen dari total dana yang masuk ke Indonesia dari investor asing.
Sementara itu, nilai ekspor sektor kreatif tercatat sebesar US$ 26,69 miliar dalam triwulan I sampai III pada 2025. Angka ini melampaui target dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 yang sebesar US$ 26,4 miliar. Penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif juga menunjukkan hasil positif, dengan 27,4 juta orang terserap dalam triwulan I-III pada 2025, melebihi target RPJMN sebanyak 25,55 juta orang.











