Padang – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat mengumumkan perkembangan terbaru terkait data korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Hingga Selasa (2/12/2025) pukul 20.00 WIB, tercatat total 194 korban meninggal dunia, meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 183 korban.
Menurut keterangan resmi dari Tim DVI Polda Sumbar, sebanyak 25 korban masih belum berhasil diidentifikasi, terdiri dari 14 laki-laki dan 8 perempuan. Selain itu, Tim DVI Polda Sumbar juga mencatat bahwa 217 orang masih dinyatakan hilang, dengan rincian 98 laki-laki dan 119 perempuan.
Dalam laporan yang sama, ditemukan pula tiga potongan tubuh, yakni satu potongan paha, satu potongan tungkai bawah, dan satu potongan kaki kanan. Berikut adalah rincian data korban di masing-masing Posko DVI:
Di Posko DVI Padang (DVI Polresta Padang – RSUD Rasidin), tercatat 5 korban meninggal dunia, seluruhnya telah teridentifikasi dengan rincian 3 laki-laki dan 2 perempuan. Sementara itu, di RS Bhayangkara Tk. III Padang, terdapat 58 korban meninggal dunia, dengan 33 orang teridentifikasi (22 laki-laki dan 11 perempuan) dan 25 orang belum teridentifikasi (14 laki-laki dan 8 perempuan), serta penemuan 3 potongan tubuh.
Posko DVI Agam mencatat 103 korban meninggal dunia, seluruhnya telah teridentifikasi, terdiri dari 44 laki-laki dan 59 perempuan. Di Posko DVI Pasaman Barat, terdapat 3 korban meninggal dunia, seluruhnya laki-laki dan telah teridentifikasi.
Sementara itu, Posko DVI Bukittinggi mencatat 10 korban meninggal dunia, dengan rincian 5 laki-laki dan 5 perempuan yang telah teridentifikasi. Posko DVI Padang Panjang melaporkan 15 korban meninggal dunia, terdiri dari 7 laki-laki dan 8 perempuan yang juga telah teridentifikasi.
Tim DVI Polda Sumbar juga mencatat bahwa terdapat 11 korban yang saat ini masih dirawat di beberapa rumah sakit. “RSUD Agam merawat 7 orang, diantaranya 1 laki-laki dan 6 perempuan,” ujar salah seorang petugas DVI pada Selasa (2/12/2025). Selain itu, RSUD Padang Panjang merawat 1 orang laki-laki, RSUD Rasidin Padang merawat 2 orang (1 laki-laki dan 1 perempuan), serta RSUD Kota Solok merawat 1 laki-laki dan 1 perempuan.











