Padang – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar telah mengidentifikasi 20 dari 22 korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Sumatera Barat hingga Kamis (27/11/2025).

Sementara itu, 10 warga masih hilang dan lima lainnya dalam perawatan medis.

Proses identifikasi jenazah terus berlangsung menggunakan metode primer seperti sidik jari dan metode sekunder melalui data keluarga serta ciri fisik.

“Proses identifikasi menggunakan metode primer seperti sidik jari, dan metode sekunder melalui data keluarga serta ciri fisik,” kata Kasubdit Dokpol Bidang Dokkes Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari.

DVI Padang mencatat 10 korban jiwa, dua di antaranya langsung dibawa keluarga dan teridentifikasi melalui data sekunder, yaitu Najwa Putri Andira (2,5 bulan) dan Mardalena (65).

Enam jenazah di Posko DVI RS Bhayangkara teridentifikasi melalui sidik jari, termasuk Yerna Wilis (57) dan Agung Purnomo (35).

Tiga jenazah di RSUD dr. Rasyidin teridentifikasi melalui data sekunder, yaitu Roni Syaputra (42), Syamsul Kamaruddin (72), dan Aidil Putra (13).

DVI Bukittinggi-Agam mencatat delapan korban meninggal dan sembilan hilang. Seluruh korban meninggal teridentifikasi melalui data sekunder.

Sembilan warga yang hilang di Agam adalah Salma (52), Mirzal (58), En (6), Qilla (8), Adnan (1), Adi (45), Yar (45), Mohammad Daud (35), dan Joni Candra (32).

“Agam menjadi titik dengan korban hilang terbanyak. Pencarian terus dilakukan,” ujar dr. Eka.

Evi Yulia Susanti (52) yang sebelumnya hilang di Padang Pariaman dan Pasaman Barat, teridentifikasi sebagai korban meninggal.

Roki Hidayat (13) juga teridentifikasi sebagai korban meninggal di Pasaman Barat.

DVI Polda Sumbar mengimbau keluarga yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor dan memberikan data pembanding. Identifikasi akan terus berlanjut.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.