Pasaman Barat – Keluhan warga terkait dampak lingkungan akibat limbah pabrik menjadi sorotan utama dalam reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, yang dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026). Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil rakyat.
Warga Selatan Ampar Putih, Jorong Kasik Putih Sungai Tanang, Kecamatan Sungai Aur, menyampaikan bahwa pencemaran udara dan air telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan hidup mereka. Selain itu, kebutuhan akan infrastruktur yang memadai, ketersediaan pupuk subsidi, serta sarana dan prasarana keagamaan juga menjadi perhatian utama.
Menurut Wali Nagari Kasik Putih Sungai Tanang, Anjas Asmara, pengecoran jalan perkampungan merupakan kebutuhan mendesak yang perlu segera direalisasikan. “Hal ini dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari dan memperlancar akses transportasi,” ujarnya.
Keterbatasan pupuk subsidi juga menjadi keluhan yang sering disampaikan oleh para petani. Mereka berharap agar distribusi pupuk subsidi dapat lebih tepat sasaran dan mencukupi kebutuhan. Bantuan untuk sarana dan prasarana kegiatan keagamaan, khususnya bagi kelompok wirid yasin, juga menjadi aspirasi yang disampaikan kepada anggota DPRD.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ali Muda menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga melalui kewenangannya di DPRD Provinsi Sumatera Barat. “Kami akan berupaya mengawal aspirasi ini agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan skala prioritas dan kewenangan yang ada,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa reses merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, yang kemudian akan dijadikan bahan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan di tingkat provinsi. Kegiatan reses diakhiri dengan sesi silaturahmi dan foto bersama antara anggota DPRD dan masyarakat setempat.










