Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padang menyoroti sejumlah tantangan dalam realisasi program unggulan daerah, khususnya terkait kinerja Organisasi Perangkat Daerah. Sorotan ini muncul dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung selama dua hari, mulai 30 hingga 31 Maret 2026.

Pembahasan LKPJ melibatkan gabungan Panitia Khusus I, II, III, dan IV. Agenda utama adalah mengevaluasi secara komprehensif kinerja Pemerintah Kota Padang. Evaluasi ini diharapkan menjadi landasan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembangunan serta pelayanan publik di Kota Padang pada tahun 2026.

Ketua Pansus I, Usmardi Thareb, menjelaskan bahwa penilaian LKPJ tidak hanya terbatas pada aspek administratif, tetapi juga pada dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami melihat LKPJ 2025 dari pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, dan manfaat yang dihasilkan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Umumnya tidak ada yang sempurna, maka kami akan memberikan rekomendasi agar segala kekurangan dapat diperbaiki ke depan.”

Temuan dari pertemuan dengan berbagai mitra, termasuk Sekretariat DPRD, Inspektorat, BKPSDM, dan Dinas Pertanahan, menunjukkan bahwa masih ada capaian yang belum optimal. Usmardi Thareb mengungkapkan, “Pada umumnya kegiatan belum mencapai 100 persen, termasuk penyerapan anggaran yang belum sesuai. Oleh karena itu, kita berharap ada perbaikan di masa mendatang.”

Ketua Pansus II, Rachmad Wijaya, memberikan apresiasi terhadap kinerja Perumda Air Minum Kota Padang yang hampir mencapai target maksimal. Namun, ia tetap menekankan pentingnya peningkatan layanan dan efisiensi. “Kami sangat mengapresiasi capaian Perumda Air Minum yang hampir 100 persen,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ke depan, kami meminta penambahan pelanggan sekitar 2 persen per bulan serta penguatan mitigasi bencana.” Rachmad Wijaya juga menyoroti pentingnya efisiensi biaya agar manfaat yang dirasakan masyarakat dapat lebih luas. “Kami juga meminta agar biaya langsung bisa ditekan sehingga memungkinkan adanya subsidi silang kepada masyarakat,” katanya. Kinerja Perusahaan Umum Daerah (PSM) juga diapresiasi karena mulai memberikan kontribusi pendapatan. “PSM kinerjanya juga bagus karena sudah menghasilkan. Namun pelayanan harus terus ditingkatkan, salah satunya dengan memperbanyak halte Trans Padang,” ujarnya.

Ketua Pansus III, Helmi Moesim, menyatakan bahwa kinerja OPD mitranya secara umum sudah cukup baik, bahkan realisasi fisik mencapai 100 persen. “Serapan keuangan memang belum mencapai 100 persen, tetapi realisasi fisik sudah maksimal,” paparnya. Rekomendasi akan disampaikan dalam rapat paripurna kepada wali kota. Helmi Moesim juga menyoroti kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan, terutama saat terjadi bencana. “Kami menemukan keterlambatan akibat sulitnya transportasi saat bencana. Ke depan, hal ini harus segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu kinerja,” tegasnya.

Ketua Pansus IV, H. Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya masih akan memfinalisasi kesimpulan setelah seluruh pembahasan dengan OPD selesai. “Hasil realisasi rencana kerja dan anggaran cukup bagus, namun ada beberapa capaian yang belum terpenuhi dan perlu didukung data yang lebih akurat,” ujarnya. Evaluasi difokuskan pada dampak nyata program terhadap masyarakat. “Kami memastikan apakah rencana anggaran benar-benar terealisasi dengan baik dan apakah layanan kepada masyarakat sudah optimal,” katanya.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa hasil evaluasi LKPJ ini harus menjadi dasar peningkatan kinerja pada tahun berikutnya, terutama dalam merealisasikan program unggulan. “Program unggulan yang belum tercapai pada 2025 harus bisa diwujudkan pada 2026,” tegasnya. Ia menambahkan, “OPD dituntut lebih kreatif dan maksimal meskipun dalam keterbatasan anggaran.” Muharlion juga menyoroti kendala teknis yang ditemukan di lapangan, seperti keterlambatan pekerjaan oleh rekanan hingga kendala distribusi akibat bencana. “Kita menemukan ada pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu hingga dikenakan denda. Ini harus menjadi evaluasi agar ke depan lebih baik,” ujarnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.