Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menyerukan penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial pascabencana, khususnya dalam menyambut bulan Ramadan. Hal ini disampaikan seiring dengan upaya menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.
DPRD Kota Padang menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk mewujudkan Ramadan yang aman dan damai. “Kita tentu berharap semua mematuhinya, sehingga Kota Padang di bulan Ramadan ini nyaman,” ujarnya pada Selasa (17/2/2026), seraya menambahkan bahwa kondisi ini akan memungkinkan “orang beribadah dengan tenang dan bisa fokus kembali ke tempat ibadah mereka.”
Selain itu, pengawasan terhadap operasional kafe dan tempat hiburan malam (THM) menjadi fokus perhatian DPRD Kota Padang. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan bahwa aktivitas usaha tersebut selaras dengan peraturan daerah yang berlaku.
Menurut Ketua DPRD Kota Padang, kepatuhan pelaku usaha memegang peranan penting dalam menciptakan suasana yang kondusif selama bulan suci Ramadan. Ia menilai bahwa peran pengusaha sangat menentukan terciptanya lingkungan yang nyaman bagi warga.
DPRD Kota Padang mengimbau seluruh pengusaha kafe dan THM di Kota Padang untuk mematuhi aturan operasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Kepatuhan ini dinilai krusial dalam menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat selama Ramadan.
Menanggapi potensi pelanggaran, DPRD Kota Padang menegaskan bahwa instansi terkait harus bertindak tegas apabila menemukan pelanggaran operasional. “Kalau ada pelanggaran, harus segera dipanggil para pengusahanya. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Selain itu, DPRD Kota Padang juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak ke masjid. Partisipasi aktif warga dinilai penting untuk menghidupkan suasana ibadah di lingkungan masing-masing.
DPRD Kota Padang memandang momentum Ramadan sebagai waktu yang tepat bagi masyarakat untuk melakukan refleksi, terutama pascabencana yang melanda daerah ini. Peristiwa tersebut, menurutnya, seharusnya menjadi pengingat untuk memperbaiki tata kehidupan bersama. “Kita harus banyak merenung pascabencana. Ambil pelajaran agar kota ini semakin nyaman, tenteram dan tertib,” katanya.
Diharapkan, kondisi pascabencana dapat menjadi pelajaran kolektif untuk membangun kota yang lebih tertib dan tenteram, dengan memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.











