Bukittinggi – Di tengah masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi tetap melaksanakan kunjungan kerja (kunker). Kegiatan yang berlangsung pada 1-5 Desember 2025 ini, sontak menuai kecaman dari warganet.

Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @klikata.co.id, yang kemudian memicu reaksi negatif dari netizen. Banyak warganet yang menyayangkan kegiatan kunker tersebut di saat Sumbar tengah dilanda duka akibat bencana.

“Minim empati,” tulis akun @teteh_xxx, Sabtu (6/12/2025), yang mewakili sentimen sebagian besar warganet yang merasa tidak terima dengan agenda kunker tersebut.

Upaya konfirmasi dari media ini kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bukittinggi, Ade Mulyani, belum membuahkan hasil.

Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi, melalui Bukittinggi Press Club, menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi. Dia menjelaskan bahwa kunker tersebut dilakukan oleh seluruh anggota DPRD. “Saya meminta agar tidak ada narasi tendensius ke satu partai,” ujarnya pada Sabtu (6/12/2025). Syaiful Efendi juga menambahkan bahwa waktu pelaksanaan kunker telah dipersingkat.

Sebagai informasi, Pemprov Sumbar menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 25 November hingga 8 Desember 2025. Hingga saat ini, korban jiwa akibat bencana di Sumbar mencapai 210 orang, sebagian besar berasal dari Kabupaten Agam, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bukittinggi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.