Bukittinggi – Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berupaya mengembangkan perkebunan kopi dan budi daya madu sebagai potensi unggulan daerah. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat identitas Agam yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Cindy Monica Salsabila, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi Agam tersebut. Dukungan ini disampaikan saat Bimtek nilai tambah usaha koperasi sektor pertanian, perikanan, kehutanan dan peternakan.
Kementerian Pertanian RI mencatat, Agam memiliki lahan kopi seluas 1.500 hektare yang tersebar di Malalak, Palembayan, dan Tanjung Raya.
Cindy mengapresiasi langkah anggota DPRD Sumbar, Asril, yang memblok 500 hektare lahan untuk kopi dan akan memberikan bibit kepada petani. Cindy juga telah menyalurkan bibit kopi untuk 50 hektare lahan melalui dana aspirasi dewan.
Selain kopi, Agam juga memiliki potensi madu, terutama di Nagari Pasie Laweh. Di wilayah ini, panen madu galo-galo bisa mencapai 25 liter sekali panen.
Ketua Koperasi Kopi Bukittinggi Agam, M. Yunus, mengungkapkan kendala akses jalan ke kebun kopi yang masih sulit dilalui.
Asril menyatakan telah membentuk Koperasi Kopi Bukittinggi Agam dan Koperasi Madu Bukittinggi Agam. Ia berharap kedua koperasi ini dapat menjadi wadah untuk mengembangkan produk unggulan Sumbar.
Asril meminta Cindy meningkatkan bantuan dan pendampingan, terutama dalam hal pemasaran kopi ke pasar internasional.











