Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Hamka Baco Kady, menyatakan perdebatan mengenai status bencana nasional atau lokal tidaklah esensial. Menurutnya, yang terpenting adalah pemerintah telah melakukan penanganan bencana secara komprehensif di wilayah terdampak.
“Atas nama pribadi dan Fraksi Partai Golkar saya menyampaikan bela sungkawa atas terjadinya bencana yang membawa banyak korban,” ujar Hamka di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Hamka menuturkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk membantu penanganan bencana di Sumatera. Upaya ini, lanjutnya, telah dilakukan tanpa penetapan status bencana nasional.
“Kita apresiasi pemerintah, walaupun kita tidak usah perdebatkan apakah itu menetapkan bencana nasional dan lokal, itu tidak penting,” kata legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan I ini.
Menurutnya, yang krusial adalah penanganan bencana telah dilaksanakan dengan baik. “Yang penting adalah penanganan secara menyeluruh dan seluruh pasukan-pasukan andalan dari Jakarta, secara nasional, sudah dilakukan dengan baik,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional untuk banjir dan longsor di Sumatera. Aspirasi ini datang dari pemerintah daerah dan senator DPD dari tiga provinsi terdampak.
Sultan menilai bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memenuhi kriteria bencana nasional sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Baik dari variable jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana hingga cakupan luas wilayah yang terkena bencana dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan,” terangnya dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan pemerintah terus memantau dan mengirimkan bantuan ke daerah terdampak bencana. Namun, ia belum bisa memastikan penetapan status darurat nasional. “Iya kami terus monitor. Kami kirim bantuan terus. Nanti kami menilai kondisinya,” kata Prabowo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025).











