Padang – Anggota Komisi IV DPR, Slamet, mengusulkan gerakan taubat ekologis sebagai refleksi atas bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera akibat kerusakan lingkungan. Usulan ini disampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam rapat kerja di DPR.

Politikus PKS ini menilai kerusakan lingkungan telah berlangsung lama dan bukan insiden terpisah. Ia meminta Kementerian Kehutanan memelopori gerakan pemulihan moral dan kesadaran lingkungan.

“Kementerian Kehutanan harus memelopori taubatan ekologi. Ini penting untuk menjadikan gerakan taubat ekologi, karena kejadian ini dari dulu terjadi. Jangan menyempitkan kepada itu saja, tetapi ekologi. Kita memang harus menjalani taubat ekologi,” kata Slamet, seperti dikutip dari keterangan tertulis di laman resmi DPR, Sabtu (6 Desember 2025).

Slamet menekankan kerusakan hutan tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi teknis, tetapi juga perubahan cara pandang dan komitmen moral terhadap kelestarian lingkungan.

Ia meyakini komitmen taubat ekologis dapat melahirkan langkah konkret antara pemerintah, legislatif, masyarakat, dan pelaku usaha. Kerja sama ini diharapkan menghentikan perusakan hutan dan mempercepat pemulihan ekosistem.

Desakan taubat buntut bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini bukan kali pertama. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, sebelumnya mengajak tiga menteri untuk bertaubat atas banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, telah menyurati Menteri Kehutanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Menteri Lingkungan Hidup, pasca-bencana ekologis.

Surat itu berisi seruan evaluasi total seluruh kebijakan pemerintah. Menurut Cak Imin, bencana di Sumatera terjadi karena lingkungan yang rusak akibat kesalahan manusia dan rendahnya perencanaan atau antisipasi.

Cak Imin menyebut evaluasi total sebagai taubat nasuha, yang harus mengevaluasi semua aspek dalam berpikir, melangkah, dan berbuat.

“Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri. Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, keluarga, dan kesabaran selalu menyertai kita semua. Amin,” kata Cak Imin saat memberikan sambutan acara workshop program SMK Go Global di Bandung, Jawa Barat, 1 Desember 2025, seperti dikutip dari YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.