Jakarta – Anggota Komisi IV DPR, Herry Dermawan, menyoroti polemik stok dan harga beras yang masih membingungkan masyarakat. Ia menegaskan, stok melimpah tidak menjamin stabilnya harga beras.
Herry menilai, pemerintah tidak boleh berpuas diri hanya dengan laporan cadangan beras sekitar 4 juta ton. “Kami bangga dengan stok yang tinggi, namun alangkah membanggakan lagi adalah ketika stok tersebut diikuti ketenteraman masyarakat terhadap beras,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/08/2025).
Menurutnya, masyarakat seringkali menerima informasi stok beras nasional melimpah, namun harga tetap naik. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa stok besar tidak berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar memperhatikan sistem distribusi beras dengan prinsip *first in first out* (FIFO) agar kualitas beras tidak menurun akibat terlalu lama disimpan.
Selain itu, Herry menyoroti perbedaan harga beras di lapangan yang masih jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka agar masyarakat tidak bingung dengan dinamika harga beras.
Herry menekankan pentingnya peran industri penggilingan padi skala kecil dan menengah. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada penggilingan besar, tetapi juga merevitalisasi penggilingan kecil agar mampu bersaing. “Pemerintah perlu membantu penggilingan kecil dengan mesin yang lebih baik entah lewat hibah atau lewat kredit murah,” katanya.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas, harga beras premium dan medium di zona 1, 2, dan 3 masih di atas HET. Contohnya, harga rata-rata beras premium zona 1 tercatat Rp 15.431 per kg, padahal HET-nya Rp 14.900 per kg. Begitu pula dengan beras medium, rata-rata harga di zona 1 Rp 13.848 per kg, sementara HET-nya Rp 12.500 per kg.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan penurunan harga beras tidak akan menurunkan kesejahteraan petani. Menurut Amran, pemerintah berupaya menjaga harga pembelian gabah di tingkat petani minimal Rp 6.500 per kg.
“Jaga kondisi yang baik ini. Stok kita saat ini tertinggi, harga sekarang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” kata Amran di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/08/2025).











