Padang – Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) soroti banjir bandang yang kembali menerjang Sumatera Barat. IKM sebut bencana ini sebagai alarm bagi perbaikan tata kelola ruang dan mitigasi bencana.

IKM langsung menginstruksikan penggalangan donasi selama sepekan. Bantuan awal berupa ribuan nasi bungkus telah diserahkan ke posko pengungsian di Kota Padang.

Sekretaris Jenderal DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menekankan pentingnya refleksi atas kerentanan lama seperti penyempitan aliran sungai.

“Kami apresiasi pemerintah sudah bergerak cepat, namun kami juga mengingatkan perlunya tindakan lebih tegas,” ujarnya.

IKM mendesak penguatan mitigasi bencana secara sistematis di Sumbar. Pembenahan tata ruang, pengawasan pembangunan, dan edukasi kebencanaan menjadi kunci.

Pemerintah juga didorong meningkatkan kewaspadaan. Penguatan sistem peringatan dini dari BMKG dan penyebarannya secara masif dinilai krusial.

IKM menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Mereka mengajak seluruh anggota bergerak cepat membantu warga terdampak.

“Sumbar yang dijuluki ‘Supermarket Bencana’ bukan berarti harus pasrah, melainkan semakin memperkuat kesiapan menghadapi ancaman alam,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.