Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah berupaya mempercepat pemulihan pasca-bencana dengan menyiapkan ribuan hunian tetap (Huntap) bagi korban terdampak. Hal ini terungkap dalam diskusi interaktif yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Sumbar pada Rabu (7/1/2026) di kantor DPD RI Provinsi Sumbar, Flamboyan, Kecamatan Padang Barat.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda Prov) Sumbar, Arry Yuswandi, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan 600 unit Huntap untuk 600 Kepala Keluarga (KK) dalam masa transisi pemulihan tiga hingga enam bulan ke depan. “Untuk rumah rusak berat dan hanyut akan ditanggung oleh pemerintah pusat, kategori rusak sedang ditanggung pemerintah provinsi sementara rusak ringan ditanggung pemerintah kota/kabupaten,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arry Yuswandi juga memaparkan dampak bencana secara komprehensif. Ia menyebutkan bahwa kerugian awal diperkirakan mencapai Rp 17 triliun, sementara kerusakan mencapai Rp 14 triliun. “Angka ini merupakan akumulasi dari kerusakan infrastruktur, sosial, ekonomi dan fasilitas publik di berbagai titik. Mulai dari kategori rusak ringan, sedang hingga berat,” jelasnya.
Senator RI asal Sumbar, Irman Gusman, yang juga menjadi narasumber dalam diskusi tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam fase transisi ini. Ia menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi Sumbar agar mendapatkan prioritas anggaran dan dukungan teknis dari BNPB serta kementerian terkait. “Masa transisi ini adalah fase krusial. Jika langkah strategisnya tepat, maka proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan lebih cepat,” tegasnya.
Diskusi yang juga diisi dengan peresmian kantor baru DPD RI Provinsi Sumbar ini, diakhiri dengan sesi tanya jawab yang produktif. Para peserta memberikan masukan terkait teknis pendataan dan langkah-langkah untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.










