Padang – Penyanyi muda asal Sumatera Barat, Diva Aurel, memberikan motivasi kepada ratusan pelajar untuk terus berkarya di bidang seni saat membuka Festival Panggung Seni Pelajar Skola Art Fest 2025 di Taman Budaya (Tambud) Sumbar, Jumat (14/11/2025) malam. Penampilan energiknya berhasil memukau para pelajar dan peserta festival yang memadati area panggung.

Di sela penampilannya, pelantun “Tabola Bale” itu menekankan pentingnya konsistensi dalam menekuni dunia seni. Menurutnya, konsistensi adalah kunci yang membawanya bertahan dan dikenal sebagai penyanyi hingga saat ini.

“Saya sebenarnya tidak punya basic penyanyi. Dulu saya biasa saja, seperti bocah pada umumnya. Tapi karena konsisten dan terus belajar, Tuhan dorong saya sampai bisa menjadi vokalis seperti sekarang,” ungkap Diva Aurel, alumnus SMKN 7 Padang, di hadapan ratusan peserta Jumat (14/11/2025).

Aurel juga menceritakan perjalanan karier musiknya yang tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat merasa tidak percaya diri. “Dulu saya banyak nangis. Saya bukan vokalis, bukan yang jago apa-apa. Tapi pelan-pelan saya coba,” terangnya.

Ia menambahkan, ketekunannya di seni musik tidak terlepas dari ilmu yang didapatkannya saat bersekolah di SMKN 7 Padang, satu-satunya sekolah kejuruan seni di Sumatera Barat. “Ya, untungnya saya sekolah di SMKN 7 Padang, itu seperti rumah bagi saya untuk belajar berkembang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Diva Aurel mendorong para pelajar untuk menikmati proses berkarya dan tidak takut mencoba, terutama di usia muda. “Kita masih muda, hidup cuma sekali. Nikmati saja prosesnya. Tidak ada keberhasilan yang datang secara instan,” pesannya.

Festival Panggung Seni Pelajar di Sumatera Barat ini berlangsung mulai Jumat (14/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025) malam.

Sebanyak 10 sekolah mengikuti festival ini, di antaranya SMAN 1 Padang, SMAN 6 Padang, SMAN 10 Padang, SMAN 13 Padang, SMA Adabiah 1 Padang, SMA Don Bosco, SMKN 4 Padang, SMKN 7 Padang, SMKN 8 Padang, dan MAN 2 Padang.

Ragam kesenian yang dipertunjukkan mencakup musik, tari, teater, seni rupa atau desain, sastra, seni tradisi, hingga film/media baru. Selain sebagai wadah ekspresi seni dan pendidikan, festival ini juga diharapkan dapat meminimalisir remaja dari kegiatan negatif, seperti tawuran dan konflik sosial lainnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.