Padang – Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) masih merasakan dampak kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama sepekan terakhir, meskipun Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pertamina mengklaim pasokan dalam kondisi aman.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, menjelaskan bahwa kondisi pasokan sebenarnya berangsur pulih. Ia menyebut keterlambatan distribusi dari Terminal BBM Teluk Kabung menjadi penyebab utama kekosongan sementara.

Antrean kendaraan, terutama truk di SPBU seperti di kawasan Bypass Padang, masih terlihat. Menurut Helmi, hal itu bukan disebabkan kelangkaan di terminal utama, melainkan karena keterlambatan suplai ke SPBU. “Ada antrean truk di sepanjang SPBU Bypass itu akan selalu ada. Memang mungkin stok sedang kosong, tapi itu hanya karena keterlambatan distribusi dari Teluk Kabung ke SPBU. Permintaan tinggi, jadi suplainya sedikit terlambat,” jelasnya.

Helmi menambahkan, stok BBM di Terminal Teluk Kabung telah kembali normal sejak Sabtu (9/11/2025). Upaya pemulihan distribusi terus dilakukan untuk memastikan kelancaran suplai ke SPBU. “Sejak hari Sabtu sampai Senin, recovery kita tingkatkan sampai 16 persen untuk memulihkan kondisi di SPBU. Jadi ini hanya persoalan waktu sampai semua SPBU kembali stabil,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar memastikan tidak ada masalah pasokan BBM di tingkat terminal. Hal itu disampaikan Helmi karena pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pertamina. “Ya, sesuai dengan upaya koordinasi, komunikasi kita, Pemprov dengan Pertamina dengan PPH Migas untuk bergerak cepat,” ujarnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.