Padang – Buku “Nia Kurnia Sari, Gadis Penjual Gorengan yang Menggemparkan Dunia” menjadi pusat perhatian dalam diskusi daring, Sabtu (6/9/2026).
Karya Armaidi Tanjung ini dinilai berhasil menginspirasi banyak orang melalui kisah tragis seorang gadis penjual gorengan.
Diskusi daring ini menghadirkan sejumlah tokoh penting.
Sekretaris Jenderal DPP SatuPena Indonesia, Dr. Satrio Arismunandar, dan Pengasuh Pesantren Bustanul Yaqin Lubuk Alung Padang Pariaman, Dr. H. Rahmat Tuanku Sulaiman, hadir sebagai pembicara.
Penasihat SatuPena Sumbar, Prof. Dr. Fauzi Bahar, membuka diskusi dan menekankan pentingnya mendokumentasikan peristiwa sebagai bukti sejarah.
Fauzi Bahar menilai Nia Kurnia Sari pantas menjadi teladan bagi remaja.
Satrio Arismunandar mengapresiasi diskusi buku ini dan menyebut Nia yang sebelumnya tidak dikenal, justru meraih cita-citanya setelah peristiwa tragis.
Armaidi Tanjung dinilai menggunakan pendekatan jurnalistik dalam penulisan buku, sehingga informatif dan kaya data.
Rahmat Tuanku Sulaiman menyebut buku ini sebagai pembelajaran dan catatan sejarah peristiwa sosial yang dialami Nia.
Ketua DPD SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, memuji Armaidi Tanjung atas karyanya yang mengungkap fakta-fakta baru.
Diskusi ini juga dihadiri Atase Perdagangan dan Ekonomi Bulgaria, Daniel Dubrov, serta berbagai tokoh dari berbagai daerah, termasuk Jerman.












